Langsung ke konten utama

Tulisan Pertamaku

Sumber Semangatku Dulu, Kini dan Nanti

                                       Part 1 


    Hari yang berkah, dimana hari ini adalah hari yang paling baik dan mulia diantara hari lainnya dalam ajaran agama ku. Aku mencoba memulai segalanya yang telah tertunda sejak sekian lama. Ia terpendam oleh sebuah kata yang sering disebutkan oleh orang-orang kebanyakan yaitu kata "sibuk". Aku mencoba memakluminya selama 4 setengah tahun ini, karena aku memilih untuk memprioritaskan studi dan organisasiku.

    Awal Januari 2020, akupun mengusaikan studiku dengan hasil yang menurutku cukup maksimal dibandingkan dengan temanku yang lain di konsetrasi ilmu yang ku dalami. Aku menjadi orang ke-2 yang bisa mengusaikan studi dengan cepat yaitu kurang dari 5 tahun (standarnya dikonsentrasi kami 5 tahun) tepatnya 4 tahun 6 bulan 18 hari(diterima di USU 23 Juni 2015). Hal ini membuatku sedikit bangga dan sedih secara bersamaan. Aku bangga karena bisa menyelesaikan studiku dengan waktu yang lumayan cepat. Sebaliknya, Aku sedih karena 7 tahun lalu orang yang sangat ku cintai telah dipanggil oleh-Nya😓. Aku memanggilnya dengan panggilan 'Mamak' sebuah panggilan sayang untuk sebuah amanah yang tiada penghujung, walaupun dunia kami telah terpisah😢. Seorang wanita yang mengajarkan ku banyak hal mulai dari ilmu agama, kedisiplinan, bermasyarakat, dan masih banyak hal yang membentuk kepribadian ku seperti saat ini. 

    Teringat sebuah momen ketika aku masih duduk di bangku SMA(tepatnya beberapa bulan sebelum mamak pergi untuk selamanya)😢. Ketika itu aku masih duduk di kelas XI. Pagi itu, seperti biasanya aku bergegas untuk berangkat ke sekolah tepat pada hari kamis pukul 07.16 WIB aku mengenakan pakaian PRAMUKA. Akupun menjabat tangan Mamak dan meminta izin untuk berangkat sekolah serta meminta di doakan karena kami beberapa hari minggu lagi akan mengadakan ujian MID semester. Mamak berkata 'Baik-baik ya nak di sekolah, apapun yang terjadi kamu harus sekolah yang tinggi. Buat Mamak dan keluarga ini bangga punya kamu'😢. Seketika akupun terdiam dan meneteskan air mata serta mencium tangan Mamak dengan sepenuh hati.

    Aku tersentak ketika Kakak memanggilku dan mengajak untuk segera berangkat ke sekolah agar kami tidak telat. Akupun pergi dengan pesan dari Mamak yang membuat semangatku untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya berlipat ganda. Hanya satu tujuanku ketika itu, Aku ingin ibu melihatku wisuda dikampus yang kutempati nanti.😢

            Dan seketika semuanya sirna.....😢😢

    

Komentar